.: ReKaMaN PerJalaNan :.

HidUp ItU sULiT, JaDi NGgaK ada ALasaN UntUk MeMpErSULiT HiDuP

Menorisme~ Fenomena sejak dulu

March 31st, 2008

Apa Sih Menorisme?
Menorisme, dalam Etimologis (Asem! Guayane pwool!), berasal dari kata “MENOR’ yang berarti terlalu berlebihan dalam berdandan dan ‘ISME” yang berarti Paham. Menorisme sendiri secara keseluruhan dapat diartikan sebagai Paham yang menyukai berlebih-lebihan dalam berdandan.
Istilah ini saia buat sak enake udelku karena memang berhubungan dengan apa yang ingin saia kupas kali ini.
Para Menoris sendiri, alias penganut Menorisme bisa dilihat dari ciri-ciri berikut ini:tabarruj.jpg
1.Merasa dirinya sudah dewasa alias Akil Baligh dan mempunyai ‘Power’ baik secara mental maupun finansial dalam hal berdandan.
2.Keingintahuannya kuat sekali dalam hal mencoba-coba Make Up yang saat itu ndak cocok dipakai. Contohnya anak SMP yang pengin banget memakai Lipstik, padahal belum waktunya. Setelah dewasa, dia pasti bisa mewujudkan ‘cita-citanya’ dan mulai menjadi konsumen setia produk tersebut.
3.Seseorang yang terlibat dalam ‘GLAMOR’nya dunia. Entah berprofesi sebagai artis mapun SPG yang mewajibkan berdandan Menor sewaktu ‘jam terbang’
4.Merasa dirinya tidak sempurna dan tiba-tiba PDnya terdongkrak akibat pengaruh Make Up yang dikenakan.
5.Pengin terlihat beda dan mencolok. (Obsesi jadi Artis yang ga kesampaian!)

Masa Ndak Boleh?
Masalah Ndak atau Bolehnya, mari kita simak Sudut Pandang- Sudut Pandang yang bisa di jadikan acuan.
Secara Agama
Tertuang dalam Surat Al-Ahzab: 33
Allah berfirman, “Janganlah kalian (Wahai Istri-istri nabi) Bertabarruj seperti orang-orang jahiliyah yang awal. “
Apakah surat ini hanya berlaku bagi Istri para Nabi? Tentu tidak! Karena kemaksiatan tidak hanya akan terjadi diantara mereka. Tapi juga kita semua. Salahlah kita jika menganggap hal itu hanya berlaku bagi istri para Nabi.
Lalu apa itu Tabarruj?
Menurut Az Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim bin As-Sirri2 R.A , Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat lelaki.
Diantaranya adalah:
1.Berlenggak-lenggok dengan genitnya.
2.Memoles Bibr dan wajah warna-warni seperti ingin memamerkan apa yang dimiliki.
3.Memakai parfum yang semerbak dan dapat mengundang syahwat (Terlalu wangi, jika menderita bau badan, silakan mengonsumsi Jamu-jamuan atau sekedar memakai deodorant yang baunya tak menyengat)
4.Gaya bicaranya seperti dibuat-buat dan membuat orang lain salah arti. (Terkesan seksi dan bisa mengundang syahwat)
5.TIDAK MENUTUPI TUBUH (AURAT) DENGAN PAKAIAN SEMATA KAKI YANG TAK MENONJOLKAN BENTUK TUBUH.

Secara Sosial-Budaya
Lepas dari Tabarruj, Menorisme lebih condong kearah tata cara ber-Make Up. Hal ini dapat mempersulit hidup sang Menoris sendiri.
Contohnya ketika Menoris sedang nyegat Bemo atau nunggu jemputan Supri (Supir Pribadi) eh..ndak taunya anak-anak kecil bersemangat meneriakinya, “Tante Bencong..Tante Bencoong!”
Karena dalam sudut padang mereka dandanan semacam itu biasanya dikenakan oleh para TransGender supaya terlihat menarik. Yah, namanya juga anak kecil. Rada ndak pinter.
Nah, daripada terjadi hal-hal semacam itu, mending dandan biasa ajaaah….
Secara Humanis
Menghabiskan budget untuk membeli Make Up mungkin seperti menghabiskan uang yang sia-sia. Marilah kita menggalang dana satukan hati untuk menolong sesama. Karena alangkah beruntungnya kita memunyai dana berlebih dibanding mereka yang bahkan..untuk makan saja ndak bisa.
Misc.
Kaum Menoris cenderung membohongi diri sendiri dengan menutup-nutupi segala cacat pada wajah mereka. Yang idung kurang mancung diberi shading, yang mata kurang lebar ada eyeliner. Yang alisnya tipis dilukis dengan eyebrow-pencil. Ada yang masih tidak bersyukur diberi ‘hiasan’ berupa tahi lalat eh, minta dioperasi, lha dalah..kok ya wajahnya malah rusak. Sudah banyak kejadian ‘mempercantik’ diri secara nonhigienis dan nonekonomis seperti itu kok ya masih banyak peminatnya.
Yang pasti, Make Up tidak mengubah tapi hanya menutupi sementara apa-apa yang dirasa kurang cukup.
Coba lihat diri anda ketika bangun tidur. Itulah diri anda yang sebernya, tanpa Make Up, begitu alami.
Maaf saja, kalo wajah anda terlihat ‘buruk’ pas bagun tidur, jangan terburu-buru menjadi anggota Menoris dulu. Perawatan, yang tidak dilakukan di depan umum menurut saia kok bukan termasuk Tabarruj dan sangat jauh dari kata ‘Menor’ karena hubungannya dekat dengan kesehatan.
Tentunya perawatan alamiah saja yang aseli dari tumbuh-tumbuhan.
Saia juga tidak sepakat dengan cewe kumus-kumus ndak keramut seperti…Saia contohnya, jadi, berdandan yang ehem, istilah memiliki ‘dosa’ lebih kecil dibanding tabarruj dan tentu saja tidak menor, yakni cukup memiliki 4 senjata ampuh, Pelembab (Wajah, Bibir, Tangan), Pembersih (Wajah, badan), Bedak dan Deodoran.
Karena memang cewek tidak mungkin hidup tanpa Make Up. Kecuali mereka-mereka yang telah bertaubat (Haiah…) Tapi bukan termasuk saia. Yah, seperti yang saia sebut diatas, saia termasuk pemakai Bedak, Deo, Pelembab, dan Pembersih alias ‘Pelanggar Tingkat Beginner’ belum Advance, apalagi Expert! Naudzubillah. Semoga saia dan Anda segera bertaubat. Amin.

15 yang ikut nimbrung untuk “Menorisme~ Fenomena sejak dulu”

  1. achoey sang khilaf ikutan nimbrung:

    postingan yang bagus
    menggambarkan kecerdasan penulis
    menebar hikmah tanpa sok menggurui

    [31/03/2008 7:21 pm]
  2. Shei ikutan nimbrung:

    @ kang Achoey: Trims atas pujiannya..Semoga saia bs memperbaiki tulisan sehingga terlihat lbh “sempurna” secara manusiawi ^^ kip mbaca postingan saia ia..

    [1/04/2008 7:56 am]
  3. miAmiU ikutan nimbrung:

    Se7! Hidup shei!! Hidup ksederhanaan! Hidup semua! Daripada dokunya d pke blanja make up yg bakal luntur klo kna ujan, mending d sumbangin ajah! Ya tho?? Toh aq jga gak bs dandan! Hohoho….

    [1/04/2008 8:16 am]
  4. Itoer ikutan nimbrung:

    Aduh bu! Masalah ini tuh udah ada sejak dulu n udah membudaya bgt. Aq knl ma menorisme sendiri sejak sd n waktu itu aq n tmnq trmsk korbannya. Elo tau skrg wjh tmnq jd rusak n untung aq ga’. Lgpl qt kan msh sklh yg msh ngandelin uang saku jd ga pnt.G bpt jika qt ngikutin tuh phm. Apalagi wajah qt kan msh alami bgt jd g perlu make up yg gila2an. FORZA AC MILAN!

    [1/04/2008 9:00 am]
  5. Iwan Rystiono ikutan nimbrung:

    Pertanyaanku cuma satu …

    “Kamu menoris juga nggak, Shei?”

    Hehehhehee….

    [2/04/2008 3:51 pm]
  6. lainsiji ikutan nimbrung:

    Tapi perlu diingat juga, makin mewabahnya menorisme itu juga didukung oleh iklan-iklan yang super duper persuasif. Yang sejatinya adalah proses brainwash secara perlahan.

    Ide tulisannya menarik

    [2/04/2008 4:37 pm]
  7. Ardee'est Things in My Life ikutan nimbrung:

    Artikelnya keren mbak… milih kata yang bagus… hehehe menorisme. Thanks for share… good article.
    salam kenal…

    [2/04/2008 4:37 pm]
  8. Rush-2-chisty ikutan nimbrung:

    Oalah mbak-mbak…
    Wa setuju banget ma artikel mbak ni

    kecantikan bukan hanya dilihat dari luarnya saja,n kebanyakan cowok juga suka ma cewek yg tak terlalu menor…

    Hii, ngeliat cewek dandan menor,gw mah langsung lari…!!!!

    Takut bu….

    [3/04/2008 9:26 am]
  9. Shei ikutan nimbrung:

    @ MiaMiu: sip!Itu yang saia maksud
    @ Itoer: Woey mbak!Cape deh..pake Forza AC Milan sgala..Xixi
    bdw,kesian ya temenmu itu,tapi bukan saia kan?(*temen dari SMP mode on*)
    @ Bang Ryst: Haiah..Saya bkn menoris bang..
    Enak aja
    cuma..Pelanggar tingkat Beginner koq.Hehe..
    @Lainsiji: Hello,Nu Comer..Emang perkembangan pers semenjak rezim Mbah Harto ambruk menjadi makin aksi. Proses Brainwashing oleh media pada kita juga makin intens. Haruslah kita filter2 dg benar :)
    @Ardee: Halu,Halu..Tengkyu yah..Wong saia ini tukang ngayal.Jadi ya beginilah,sukanya “nganeh-nganehi” hehe..met knal juga yap!
    @Rush: Iyap!Bener bgt mas..Ehem(*brasa punya iner byuti) bener kok,saia juga sering “Njingkat” pas ngeliat ada tante2 berdandan Menor..
    Huah,
    Semoga lain kali mereka bawa kaca pas keluar rumah :D

    [3/04/2008 9:41 am]
  10. Ardee'est Things in My life ikutan nimbrung:

    hehehe… iya dunk, mending Inner byuti (kayak kata Shei)… mending liat orisinil daripada yang modif (haduh… emangnya motor)

    [3/04/2008 3:45 pm]
  11. Shei ikutan nimbrung:

    @ Ardhee: tul skale..Karena yang ada ddlm lbh ok dan keren serta trustable drpd yang sengaja dibuat “penampakan”nya
    hehe

    [4/04/2008 9:40 pm]
  12. me ikutan nimbrung:

    Gaia mu….

    [6/04/2008 3:01 pm]
  13. Shei ikutan nimbrung:

    @me: Gaia apa yah?
    Gaia kodok?Gaia batu?
    *Lagi Berenang Mode on*

    [6/04/2008 6:11 pm]
  14. sigit ikutan nimbrung:

    ya ta?

    [10/04/2008 9:38 pm]
  15. suwan ikutan nimbrung:

    i’m so sorry to hear that one of your cats died and another one has been missing. if i can find your cat, what are you going to give me as reward? the special one.

    [10/04/2008 9:44 pm]

Tertarik? silakan ikut nimbrung