.: ReKaMaN PerJalaNan :.

HidUp ItU sULiT, JaDi NGgaK ada ALasaN UntUk MeMpErSULiT HiDuP

Ziarah Ke Ampel

April 15th, 2008

Perjalanan waktu itu terasa menyenangkan, betapa tidak, rutinitas remajawan sampai remajawati (*haiyah*) yang biasanya hang out ndak jelas juntrungannya kini beralih profesi menjadi peziarah.
Weeew…
Keren..
Secara, melakukan ritual keagamaan seperti itu cenderung tidak populer dan terkesan ndak gaul untuk dilakukan oleh anak muda. Tapi, tetap saja ziarah ke pesarean para wali sepertinya sudah menjadi tradisi jika ingin hajat yang dipanjatkan cepat terkabul.
Tentunya, tidak dengan meminta pada ‘sang penghuni makam’ yang bersangkutan dunk. Musyrik itu namanya, ceritanya gini, analogikan air, semakin diisi semakin mengalir kan..nah, kita memanjatkan salawat, doa dan tawassul pada junjungan kita Nabi besar Muhammad beserta sahabat-sahabatnya, serta sesepuh penyiar Islam alias para wali sekalian supaya doa yang kita panjatkan seudahnya lebih terprioritas jika masuk dalam antrean ‘doa yang hendak dikabulkan’ oleh ALLAH. Jadi, setelah mengisi air dalam cawan tadi, limpahan air yang keluar itu menuju kita. (*mudheng ndak sih..duh, ndak bakat dakwah nih..*)
Wes tha lah, pokoknya intinya gitu..
Jadi, kami pun bersemangat mendoakan para wali, kali ini tujuan kami adalah ke Makam Sunan Ampel. Yah, berdoa semoga UNAS besok lancer, aman, damai, sentosa..Yippie!
Ada sedikit hikayat seru dari kawasan ziarah tersebut.
Mengenai Sunan Ampel, mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa beliau yang menyebarkan Islam di kawasan Surabaya. Namun, tak hanya makam Sunan Ampel saja yang menjadi jujugan para peziarah, tapi juga makam-makam lain seperti Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Soleh.
Mbah Bolong adalah seorang imam sakti yang konon bisa langsung menembuskan pandangannya ke Baitullah –Ka’bah- ketika sedang menjadi imam. Jadi, tidak memakai petunjukm rasi bintang maupun mata angin untuk menemukan kiblat. Beliau langsung menggunakan pandangannya sendiri. Weeew…Swangar jeh..
Sedangkan Mbah Soleh lain cerita, murid paling dicintai oleh Kanjeng Sunan ini mempunyai tabiat yang baik, suka membersihkan masjid, mengisi bak mandi yang kosong dan merawat kesucian kawasan tersebut. Suatu ketika, beliau meninggal, kepergiannya itu sangat disesali oleh Sunan Ampel yang merasa kebersihan dan kesucian masjid sudah tidak terjaga sedemkian rupa ketika masih menjadi tanggung jawab Mbah Soleh.
Subhanallah, atas izin ALLAH, Mbah Soleh yang semula meninggal dibangkitkan kembali. Beliau pun menunaikan tugasnya sebagai murid yang berbakti seperti masa hidupnya dulu. Hal ini terus berlangsung, ketika sang ajal tiba, Wa’ALLAHualam beliau dihidupkan lagi oleh ALLAH atas permintaan Sunan Ampel sampai Sembilan kali. Begitu Sunan Ampel wafat, maka Mbah Soleh pun beristirahat untuk selamanya karena tak ada lagi yang merindukan kehadirannya seperti Kanjeng Sunan.

Berikut poto bareng teman-teman yang lumayan keren untuk diliat…

Ampel

Sungguh asyik menengok kembali hikayat-hikayat para pemegang tonggak tersebarnya Islam di Surabaya.
Selain berjalan-jalan dan mendoakan sesepuh tadi, kami juga berbelanja.
Di Kawasan Pesarean Sunan Ampel terdapat pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai macam souvenir serta perlengkapan muslim dan masih banyak yang lainnya.
Pokonya seru bertamasya ke Pesarean Sunan Ampel..
Hmm..
Kapan ya kesana lagi…

9 yang ikut nimbrung untuk “Ziarah Ke Ampel”

  1. Rere ikutan nimbrung:

    Aku gak diajak ta? :P

    [15/04/2008 8:33 pm]
  2. det ikutan nimbrung:

    hm… ziarah seperti ini memang perlu untuk mengenang dan mendoakan para pejuang islam pada masa lalu…

    masalah antrian doa yang hendak dikabulkan, apa benar seperti itu cara Tuhan memroses sebuah do’a yang masuk?

    hehehe…

    wong sudah jelas di Quran: “idza sa-alaka ‘ibadi ‘annii fa-innii qoriib.. [ila akhirihi..]”

    “jika umatku bertanya tentang aku, maka aku sangat dekat, mengabulkan permohonan jika mereka memohon kepadaku dengan sungguh2… maka memintalah kepadaku, dan berimanlah kepadaku, maka kalian akan menjadi orang2 yang beruntung..”

    [15/04/2008 9:30 pm]
  3. kucluk ikutan nimbrung:

    gak mudeng!!.. wekeke..
    dengarkan ust. Dion a.k.a deteksi,

    sing penting niate jeh, ngunu ae!
    yo opo carane ben gak tergolong kategori sirik. mbiyen yo sering ngunu iku! melu mbah-mbah ziarah kubur!

    [16/04/2008 12:33 am]
  4. shei ikutan nimbrung:

    @ Rere: Waaah, ndak bilang mbak kalo mau ikut..Hehehe
    @ Det: Hm, gitu ya, tapi emang sejak awal niatnya ya berziarah ke Sunan Ampel sambil mengenang sejarah Islam. Kalo ndak gitu kok sawangane kita ndak ada terima kasihnya ke pendahulu-pendahulu kita gitu ya.
    Tapi juga perlu diingat bahwa berdoa di tempat-tempat yang mustajabah juga diperhirtungkan kan daripada asal berdoa saja.
    Begitulah….
    WAALAAHU ‘ALAM…
    @ Khu: Yap, begitulah..tapi ndak ziarah juga katergori ‘mayak’ alais ndak eling dengan para sesepuh.Kecuali kalo emang ndak memungkinkan seperti tempatnya terlalu jauh dsb, kalo mbesok aku mati juga pasti sedih sekali jika cucu-cucu saia ndak pernah merawat pesarean saia.
    ^^

    [16/04/2008 7:04 am]
  5. cak_jeh ikutan nimbrung:

    she… minta fotonya… awas lu…]

    editin juga foto ku ya…..

    wss
    semoga jadi editor yang handal

    [16/04/2008 8:06 am]
  6. shei ikutan nimbrung:

    @ Cak Jeh:
    Gundhulmu..
    Editor bukan ngedit poto kerjaannya dodol!!
    itu mah tukang edit.
    Emm, apa sih namanya..duh…ndak tau juga seh..Hehehe..
    Yawes..gampang, mari UNAS pokoan ok!
    UNAS dulu, bersenang-senang kemudian
    ^^

    [16/04/2008 5:37 pm]
  7. fahmi! ikutan nimbrung:

    halah halah… bustam iku ngejunk, eh komen, kok luweh dowo timbang postinge heheheee…

    btw kampung ampel iku kampunge mbahku, aku nduwe omah ndek ampel kembang kono. aku tau nulis soal ampel ndek kene: http://mimimama.blogspot.com/2007/12/brief-history-of-ampel-denta.html (titip ngelink yoh, thx).

    [4/05/2008 3:50 pm]
  8. torasham ikutan nimbrung:

    hmmm…..
    jadi inget tauzyiah kemarin malem :D

    Islam masuk ke Indonesia dengan jalan “kompromi” bukan dengan peperangan……….

    makanya para wali melakukan kompromi dengan agama nenek moyang kita. Caranya, tidak dengan cara destruksi dan rekonstruksi, tapi dengan cara mengubah baca’an mereka dengan “Ayat2″ Islam.

    Semoga berkenan

    [23/05/2008 8:03 pm]
  9. shei ikutan nimbrung:

    @ Torasham:Amin..
    Wah,bagus bangetz komennya mas..
    Makasih…

    [23/05/2008 8:13 pm]

Tertarik? silakan ikut nimbrung