Another Way to Call
June 7th, 2008
Aku melangkahkan kaki mungilku dengan berat menuju kerumahnya!
Yah, orang yang paling bertanggung jawab atas diriku yang seperti ini
Aku yang semula rapi jadi awut-awutan begini..
Aku yang semula ceria jadi muram begini.
Aku yang dulunya lincah kini seperti tak semangat lagi..
Jadi aku memintanya bertanggung jawab!
Tok! Tok! Tok! Tok!
Aku menggedor keras pintunya, mengira Ia masih tidur di ruang tamu seperti biasanya. Maklum, Ibu-Bapaknya bekerja, sedangkan adiknya sekolah. Jadi pasti tidak ada yang membukakan pintu selain dirinya. Biasanya sih dia juga ke kampus, tapi, aku ingat betul hari ini ia tak ada kegiatan.
“Hei, jangan terlalu keras, nanti rusak..” Ia mengingatkan, seperti biasanya. Aku jadi ingat ia selalu mengomel jika aku berlaku kasar dan tak jarang menunjukkan akibat-akibat yang kadang tidak masuk akal supaya aku tak mengulangi perbuatanku lagi.
“Hiiiiiiiks……….” Aku merengek seperti bayi. Lalu menangis.
“Kenapaaaaaaaaa?” tanyaku dengan terisak, ia mendelik kaget melihatku menangis seperti itu. Lalu menyeretku masuk daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Pak RT mendatangi kami dan menikahkan secara siri misalnya.
“Duduklah, aku buatkan teh,” ujarnya lalu beranjak ke dapur, aku menurut saja dan memeluk boneka buaya yang tergeletak di sampingku. Untung saja buaya palsu, kalau asli sih ogah!
Pandanganku menyebar ke seluruh penjuru ruangan, aku pasti merindukan suasananya yang adem ini.
“Kita putus kan?”aku bertanya dengan ketusnya, ia mengulum senyum.
“Bukan putus, tapi pisah, ngerti?” ia menjelaskan dengan mengelus kepalaku. Ah, ya, aku suka diperlakukan seperti itu.
Tapi, aku mengelak, aku tau kami sudah putus!
“Jangan memperlakukanku seperti itu, nanti aku sedih! “protesku.
“Lalu apa bedanya, kita tidak putus tapi berpisah?” aku mempertanyakan setelah berfikir sejenak.
Ia kembali memamerkan senyumnya.
“Kita berpisah, bukan putus, karena kita memang tidak pernah jadian, kan?” ia mengingatkanku akan masa itu.
Benar, kami tidak pernah jadian. Kami hanya saling menyayangi satu sama lain.
“Berarti tetap saja………….” aku masih menitikkan air mata, tapi sedikit tertawa karena melihat mata boneka yang kupeluk itu buta satu.
“Sudahlah, aku tau, kamu juga bosan padaku, aku juga begitu. Emm.. “ia tak melanjutkan ucapannya, aku sangat ingin ia mengakhiri kata-katanya dengan panggilan sayang seperti dulu, entah ‘non’ ataupun ‘jasmine’ asalkan jangan jadi sepi begini.
“Begini kamu memang orang yang kuiginkan, tapi, bukan orang yang kubutuhkan..” lanjutnya.
Aku terisak Bingung akan maksud ucapannya.
Lalu?
“Lalu..sebaiknya kita berpisah..daripada hubungan ini jadi semakin kabur”
Aku mencoba mengerti maksudnya. Tapi tetap saja aku merasa tidak rela kehilangan sosoknya dari kehidupanku.
Tapi, aku tidak ingin kamu hilang dari hidupku.. aku mendesis mengutarakan perasaan. Ia terdiam. Kami terdiam.
“Siapa yang mau hilang?” elaknya, aku menimpuknya dengan boneka buta satu tadi.
“Kamu!”
“Tidak, aku tetap disini, rumahku juga masih disini, aku tidak hilang”
Aku manyun.
“Jadi? kita masih berteman? ” tiba-tiba wajahku menjadi cerah-ceria.
“Hm, Tidak” tolaknya serius.
Aku kembali bersedih, “Sialan,”
“Aku tidak ingin berteman, atau menjadi sahabatmu. Kamu tidak pantas”
Aku semakin sediiiiiih
“Jadi?”
“Sudahlah, kamu jadi adikku saja, kamu harus terima”
Aku menimpuknya lagi, kali ini dengan toples yang berasal dari mejanya.
“Sakit tauk!” ia protes, tapi aku tak menggubris. Aku bahagia.
“Okelah………. kak,” aku tergeli mendengar julukan baru yang kuberikan padanya.
“Iyah……….adek,” balasnya tak kalah kucu.
Kami tertawa
Ternyata, tidak sesulit yang ku bayangkan.
“Kak”
“Apa?”
“Servisin printerku, masa sejak jadi ‘cowok’ sampai alih fungsi jadi ‘kakak’ printer rumah masih rusak?”
“Huuu! Dasar kamu! Tetep aja gak mau usaha!”
“Yeee..Biarin! Ya itu gunanya punya kakak…….” Hehehe Aku meringis, lalu ia menimpukku dengan palu.
“Aduuuuoooh!!”
TAMAT
Tertarik? silakan ikut nimbrung
Posting ini berisi 50 Persen Imajinasi, dan 50 persen kejadian yang sebenarnya..

[7/06/2008 12:11 pm]Jadi,
Silakan menebak..
Ndak Semua yang anda Liat dan Baca itu benar…
Untuk ‘DIA’ jangan marah ya, saia kan hanya berkarya
hm…
i see, i see,…
*opo!!
[7/06/2008 12:25 pm]ini cerbung ya.. atau cerpen?
oh ya, blogroll-nya sedang dipasang, muf telat.
[7/06/2008 12:27 pm]@ Khu:


[7/06/2008 12:28 pm]Emangnya see apa?
@ Hendrawan: KAhn uda tamat..
Itu kisah nyata..
HAhaha, tapi ada ‘bumbu’nya biar sedep!
Okay, blogroll kamu uda saia pasang to..
see?
wah ada kesempatan dong buat yang lain masuk!???
[7/06/2008 12:38 pm]mmm,bagus.
[7/06/2008 12:43 pm]kalo mau bagi pengalaman menulis cerpen,aq punya temen yang dah bkin dua buku anak 11 ipa 2.namx pangesti.
di gaspstar.blogspot.com
@ Pak Gempur: Iyah pak…Si “ANGIN” kahn…. jadi masuk angin nanti saya
[7/06/2008 12:53 pm]@ Risky: Wah, iya tha? asyik..nambah temen eh, wah…saia kok ndak tau ada adek kelas hobi njlis ya?
[7/06/2008 12:56 pm]Kwatrok ancene…..
waduw….
[7/06/2008 1:05 pm]masalah orang dewasa…
q masih kecil…..
hhe…..
Alih fungsi nih ceritanya, dari ‘angin sepoi’ menjadi ‘angin yang lain’..??
[7/06/2008 1:06 pm]jare sopo gratis nyervis printer…
onok biayane yo saiki…
ngeterno thok nang THR ae paling ga ngeke’i mangan pangsit ,ngombe ne kopi 7 hari 7 malam, pagi dan siang tanggungan’e mak q dewe…
nko njupuk teko THR’e biayane pijet 7 hari 7 malam…

[7/06/2008 7:23 pm]harus gelem ato ga sama berkali2
menimbang dan memutuskan…
neh keliatannya fiktif belaka dweh
karena 50% yang benar jadi ikutan kabur bersama 50% yang kejadian sebenernya
[7/06/2008 10:55 pm]Aku melangkahkan kaki mungilku dengan berat menuju kerumahnya!
Yah, orang yang paling bertanggung jawab atas diriku yang seperti ini
Aku yang semula rapi jadi awut-awutan begini..
hmmm dalem bangget tu bahasa ya.
[8/06/2008 2:16 am]I wonder…
100% fiktif nih…hihihi…
[8/06/2008 10:17 am]@ Anggara: HAiyah..kecil-kecil tai cabe rawit kahn
Angin opo seh? ckakakaka…

[8/06/2008 10:18 am]@ Rush:
@ Ijo: Iyaaaah, minta apa seh? aku kasih kakak
Bedewe, hm…
Iya kayaknya, yah…namanya juga ngayal…
@ Pluto: Hehehe…sedalem apa………….
@ Iwan: Ye…..sotoy
[8/06/2008 10:20 am]Tanyain dewe dah…..
walah, embuh aku…… gak jelas…. pengalaman pribadi kayaknya….. ditolak cowo….. wakakakakakakak
berarti, ini nyata soalnya pengalaman pribadi……
[8/06/2008 10:32 am]@ Aziz: Hehe…Gitu ya..

[8/06/2008 10:54 am]Wah
Wah
Wah…
Hebat!
85 persen bener
Hmm….
Ceritanya bagus. Cerpen fiktif atau beneran ini?
Eh, tapi saran dikit: Spasinya sama perataan tulisannya dirapikan sedikit. Sedikit saja kok *halahh… maksa*
Ya, biar lebih nyaman kalo dibaca
[8/06/2008 12:55 pm]@ Alex:

[8/06/2008 1:03 pm]HAha…..
Fiktif, ya Nyata..
Isin aku….
Okay, sarannya dipenuhi, tapi emang susyah, lain kali saia nguplot dalam bentuk dokumen saja.
ehm!
[8/06/2008 2:57 pm]*ngikik*


[8/06/2008 4:09 pm]Ngikik aja..
Ndak dilarang kok mbak..
100% reality Show huahahaha.
[8/06/2008 9:44 pm]shei, aku ketemu Rere di Matos kemaren hari sabtu, katanya kamu kena kutukan juga yah…
apakah ini ceritanya ikikikikik.
eh itu link website udah ganti, mbok diganti linknya hehehehe
^avy tuh sukanya gonta ganti rumah wae.. XD~
[9/06/2008 3:43 pm]dongeng pengantar tidur…….hehehe
[10/06/2008 9:04 am]yup,.
[10/06/2008 5:34 pm]Jadi kakak pun masih bisa bertemu kok,.
dan silaturahmi msh bisa tetap terjaga
Jadi siapa yang ganti ??? Den Mas Avy kah ???
ck ck ck
[11/06/2008 3:26 pm]biasanya justru bisa jadi lebih deket setelah dia jadi kakak kita lho..hehehe..
[14/06/2008 8:45 am]@ Avy: Hohoho..yap, kayak ginilah mas..




[14/06/2008 11:16 am]ya, tak ganti sabaaar….
@ Alex: hoho….gapapa, yang penting bisa tidur
@ Ale: Haha..silaturahmi ya mas… InsyaALLAH….
@ Joey: Huiiy…beda konteks!
@ Dy: Huhu..bener banget!
Ini pasti CERDUT!!! Cerita Dangdut!!
bwahahahaha….
[15/06/2008 6:40 am]hehe … ceritane apik … gaya bahasanya sederhana dan enak dibaca sekaligus diimajinasikan
salam kenal
[15/06/2008 9:10 am]hwakakkakakka
q gak cuman ngikik nih, tapi udah ngakak abis²an sampe gulung² dilantai, bayangin wajah kang ijo ma de’ shei seandainya beneran maen sinetron yang diatas, pasti lucu buanget dah
hwakkakakka…. 
[17/06/2008 7:06 am]walah…..imajinasinya tu yang bahaya
KereN abiez bo’……
[19/06/2008 8:05 pm]akhirnya………
aku baca juga.
Lama banget sejak kamu crita wkt itu.
Hehehehehe………..

[10/07/2008 1:02 pm]