Haruskah Pilem di Dubbing?
August 16th, 2008
Tanggal 14 Agustus kemarin saia nonton bareng orang ini di salah satu bioskop di Surabaya.
Emang sih, rencana langsung banting setir, karena awalnya kami pengin nonton pilem Spiderwick, tapi karena kebodohan saia yang ndak nyimak jadwal main di bioskop mana. Akhirnya terpaksa kami berpaling ke Wall-E.
Sebuah film animasi 3 dimensi yang sedang tayang di Bioskop 21 Cineplex-Supermall Pakuwon Indah. Hm, so far, Film ini emang lucu sih, lovely juga alur ceritanya, tapi ada nih yang bikin sebel…Pokoknya nggak banget deh untuk ‘bayi gerang‘ seperti kita-kita ini..
SPOILER ALERT!!
Wall-e ( baca: Wooliy ) seorang robot yang bertugas untuk mengepress sampah. Jadi ceritanya, Planet Bumi beberapa ratus tahun mendatang hanya dijadikan tempat pembuangan. Sampah-sampah yang menumpuk dipress oleh robot ( Wall-E ) kemudian disusun seperti tetris sampai membentuk gedung-gedung. Para manusia bumi sedang berada di orbit dengan kapal induk yang menyediakan berbagai keperluan mereka. Seperti surga pokoknya. sampai-sampai mereka menderita obesitas dan penyusutan tulang sehingga tak sanggup berbuat apapun tanpa bantuan robot. Kehidupan manusia serba canggih dan bergantung pada teknologi, terutama robotika. Hal ini yang menyebabkan ‘spesies hijau‘ tidak diperlukan karena mereka terlanjur tak pernah berinteraksi dengan hal-hal alami.
Eve, sebuah prototype yang dikirim pesawat induk untuk menemukan ’sumber kehidupan’ di bumi berhasil mengambil sebuah sampel tanaman yang ditemukan oleh Wall-e beberapa waktu yang lalu. Tercipta suatu atmosfir romantis ketika pertemuan Eve dengan Wall-e. Robot press yang memang terobsesi dengan kaset dansa ala 70-an itu memang ingin sekali ‘memegang tangan seorang kekasih‘ dan entah mengapa ia melihat eve sebagai kekasihnya. Jadilah Wall-e bersikeras ingin menggenggam tangan Eve meski harus mengikutinya sampai ke kapal induk karena detektor Eve akan tanaman hijau harus membuatnya deactivated dan kembali ke markasnya.
Dari sinilah petualangan Wall-e dimulai. Mengikuti sang kekasih sampai ke Peradaban Baru Manusia dan melakukan aksi heroik agar para manusia bisa kembali lagi ke bumi tanpa intimidasi robotik lagi.
Shei Said :
Sebuah cerita yang menarik dengan effects yang memanjakan mata. karakter yang loveable dan alur yang cukup simpel memang cocok sebagai hiburan keluarga.
sayang sekali…
PILEM INI DUBBING-AN!!

jadi suasananya benar-benar janggal! Aneh! Beda!
Nyesel deh!
Untung sja nonton bukanlah agenda utama kami, karena kami melakukan sesuatu yang lebih worth-it dan tentu saja tak terlupakan 
*jangan mikir yang jorok plis
*
At Least, Thanks for Everything, Liebe
Tertarik? silakan ikut nimbrung
maksut’e? dubbing ke bahasa indonesia? weleh… koyo’ sinetron indosiar wae la’an…
or dubbing y apa???
[16/08/2008 2:13 pm]iya……
kirain pake basa linggis, soale yang bikin lo Walt Disney, jadi ya mikirnya pake basa linggis, tapi apa yang terjadi sodara!!..
untung ngomong2nya gak banyak! jd gak mirip sinetron..
“Untung sja nonton bukanlah agenda utama kami, karena kami melakukan sesuatu yang lebih worth-it dan tentu saja tak terlupakan”
ya ya ya ….
[16/08/2008 3:05 pm]semua demi kamu kok sayang! apa sih yang enggak…
*banyak tauk, wekekekek….
wah kurang menarik banget..
menarik banget 
[16/08/2008 3:31 pm]spiderwick?? sy udah nonton
emang dubbing kadang “njijik’i” dan nggilani…
coba deh kamu liat pilem2 yang gak ada mutunya sekali di Indosiar… kan dubbingan semua dan sama seX gak ber*tiiiiiiit…
[16/08/2008 5:15 pm]untung gak didubbing ala JTV

[17/08/2008 12:29 am]Aku tertarik bagian terakhir…
Apa yg kalian lakukan?
[17/08/2008 2:14 am]@rys: mesti mikir sing aneh-aneh
[17/08/2008 5:34 am]*sing aneh-aneh opo sing enak-enak
@ Ansis: iya!Dubbing bhs.Indonesia! Aduh! Jijik pwol! Suer jadi mirip teletabis

tambah nemen cak kalo kayak JTV
[17/08/2008 11:11 am]@ Liebe: makasiyh ya sayang :”> haha.Gausah kasi tau sapa2 ya
@ Arul: iya. Gak menarik bgt mas, untung aja grafiknya bagus, jadi rada terhibur. Dubbing tadi bener2 nyebelin!
@ Kresna: iya! Saia aja males nonton pilem2 versi indosiar.Banyak yang gak mutu dan full ngayal
@ SSS:
@ Ryst: R-A-H-A-S-I-A
untung saya kemaren nonton yg versi english…. film yg so sweet *haiyah
[18/08/2008 7:54 pm]hag hag hag masih untung kali ,,, ga didubbing gawe basa suroboyoan khas pojok kampung hihihi…
kuk aneh sih baru tau film walt disney didubing pake b.indo…….
mmm pengen nuntun , meskipun….tanpa bonus “melakukan sesuatu yang lebih worth-it dan tentu saja tak terlupakan” hahahha
opo sih …melakukan opo, melu poo hihih pisss
[22/08/2008 10:26 am]@ lutfi: enak ye kamu..huhu, nyesel nih

[22/08/2008 12:32 pm]@ meme: haiyah mbak, rahasia dunk
wah suuuuakkno e awakmu shei/////…..
[23/08/2008 8:24 pm]hehehe… Mw tanyak nih… dubbing apaan ya… hehehe…
nggak mudeng aku
[2/09/2008 7:03 pm]@ Mienkz: iyo mienk, rugi nih gw!!
[3/09/2008 1:45 pm]@ Nuggox.com: haiyah, di bahasain indonesia gitoooo……
kok iso yo? sempet-sempete ndubbing, hasile elek yo?
sama spt yg lain, aq tertarik dengan:
“nonton bukanlah agenda utama kami, karena kami melakukan sesuatu yang lebih worth-it dan tentu saja tak terlupakan”
apaan tuuuuuh?
Salam kenaaal
[4/09/2008 6:26 pm]