Woo Woo…
Bentar..
Saia mau klarifikasi nih, Tabunya bukan seperti yang kita harapkan 
Jadi begini,.
Pada hari Minggu kuturut Dia Ke KBS
Naik motor istimewa kududuk dibonceng
Kududuk belakang si Supir yang sedang bekerja
Mengantar sang tuan putri muter Surabaya
* Halaaaah, saia bisa dituntut pencipta lagunya nih… Ampun Pak Leeek!!!
*
Yayayayaa, hmmm..mbeek..
* Transformasi jadi kambing * Berubahhhhh
Alhamdulilah, setelah menanti pengumuman selama 1 bulan lebih, dari tanggal 2 Juni setelah Interview…sampai pengumuman resmi yang seharusnya tanggal 14 Juli namun diundur 2 hari kedepan. Akhirnya..
SAIA DITERIMA DI UNIVERSITAS PARAMADINA!?

*Hehehe, norak banget sih tereak-tereak gitu* emang norak, ada yang keberatan
Julukan preman ayu pada cerpen saia dulu itu ternyata ada pada kehidupan nyata. Kali ini bahkan lebih parah. Kali ini Tidak ‘pasang wajah-wanted di Majalah’ tapi malah pengeroyokan pada korban.
Geng Nero yang notabene akronim dari ‘Neko-Neko Dikeroyok’ itu memang mencemaskan warga Pati, Jawa Tengah. Terutama yang memiliki anak perempuan. KAbar ini pun sudah tersiar se-Nusantara lewat pemberitaan pada berbagai media.
(more…)
Beberapa orang mungkin mengetahui Body Languages alias BL sebagai salah satu aliran senam, tapi dalam konteks ini, BL lebih menjurus pada “Bahasa Tubuh” yang kadang susah diungkapkan secara langsung, terutama bagi kaum hawa alias awewe gombel
Nah, berikut ini ada sedikit Panduan, bukan panduan BL untuk cewek normal sih..tapi cenderung bagi cewek yang tomboy alias androgini alias berstatus tidak jelas apakah cewek jejadian atau makhluk imut yang menyerupai cowok *seperti saia, kah?*
Hm..
Who knows..
Jadi, simak panduan berikut ini:
(more…)
Aku melangkahkan kaki mungilku dengan berat menuju kerumahnya!
Yah, orang yang paling bertanggung jawab atas diriku yang seperti ini
Aku yang semula rapi jadi awut-awutan begini..
Aku yang semula ceria jadi muram begini.
Aku yang dulunya lincah kini seperti tak semangat lagi..
Jadi aku memintanya bertanggung jawab!
Tok! Tok! Tok! Tok!
Aku menggedor keras pintunya, mengira Ia masih tidur di ruang tamu seperti biasanya. Maklum, Ibu-Bapaknya bekerja, sedangkan adiknya sekolah. Jadi pasti tidak ada yang membukakan pintu selain dirinya. Biasanya sih dia juga ke kampus, tapi, aku ingat betul hari ini ia tak ada kegiatan.
“Hei, jangan terlalu keras, nanti rusak..” Ia mengingatkan, seperti biasanya. Aku jadi ingat ia selalu mengomel jika aku berlaku kasar dan tak jarang menunjukkan akibat-akibat yang kadang tidak masuk akal supaya aku tak mengulangi perbuatanku lagi.
“Hiiiiiiiks……….” Aku merengek seperti bayi. Lalu menangis.
“Kenapaaaaaaaaa?” tanyaku dengan terisak, ia mendelik kaget melihatku menangis seperti itu. Lalu menyeretku masuk daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Pak RT mendatangi kami dan menikahkan secara siri misalnya.
“Duduklah, aku buatkan teh,” ujarnya lalu beranjak ke dapur, aku menurut saja dan memeluk boneka buaya yang tergeletak di sampingku. Untung saja buaya palsu, kalau asli sih ogah!
Pandanganku menyebar ke seluruh penjuru ruangan, aku pasti merindukan suasananya yang adem ini.
“Kita putus kan?”aku bertanya dengan ketusnya, ia mengulum senyum.
(more…)