.: ReKaMaN PerJalaNan :.

HidUp ItU sULiT, JaDi NGgaK ada ALasaN UntUk MeMpErSULiT HiDuP

it’s a happy day

June 14th, 2008 | 53 Comments »

happy

happy

happy

happy

happy

happy

happy

it’s a happy day

2 Hari Interview? Omigot! #2

June 4th, 2008 | 19 Comments »

- Dapat Kerjaan-

Sebenarnya, sewaktu diinterview di Hotel Simpang, ponsel saia bolak-balik berdering,

karena tidak mau mengganggu kelancaran interview, jadi saia tidak menggubrisnya *Halah, bilang aja budheg!* =)) emang iya sih..

Tapi, tak menutup kemungkinan panggilan penting, saia pun menelepon balik nomor tersebut, ternyata mereka adalah karyawan dari PT apa gitu lo, =))

Saia ndak paham, pokoknya saia direkrut menjadi Staff Adminisrasi di PT tersebut.

Aneh kahn?

Padahal saia ndak merasa melamar kerjaan, paling masih cita-cita melamar jadi Tutor Linggis di beberapa LBB, tapi toh CV juga belum saia kirim, masih maleeeeeeees… :P

Jadi, penasaran, saia ingin mendatangi PT tersebut yang beralamat di Jalan Margomulyo Permai 3 Blok C Nomor 5.

Impian itu pun terkabul =))

Saia mendatangi PT seperti yang di ancer-ancer mbak-mbak kemaren.

Yaaaah,

(more…)

2 Hari Interview? Omigot! #1

June 4th, 2008 | 9 Comments »

-Paramadina’s Interview Review-

Rekaman Interview ini merujuk pada Postingan saia sebelumnya mengenai diterimanya Essay-Essay saia yang menjadi persyaratan di Paramadina Fellowship 2008, sehingga saia lolos ke tahap kedua. Setelah berhasil bersaing dengan lebih dari 1200 eserta dari seluruh Indonesia. J

Pukul 9.45 WIB saia menginjakkan kaki di Hotel Inna Simpang, tepatnya di Ruang Kahuripan Lantai 2. Tiba-tiba saia disodori Goodie Bag berisi Kaos dan Buku Interface Universitas Paramadina.

Ganti baju dulu ya! Dirangkap saja,” Instruksi Bu Nur selaku interviewer yang bertugas pada bagian penilaian Ikom (Ilmu Komunikasi) alias Jurusan yang saia incer di sana. :P

Saia pun menurut saja, ternyata, ada sesi poto-poto..

Waaah, kebetulan..

*Dasar Narsis*

Setelah berpoto ria, orang yang berada di ruangan itu termasuk saia memang tergolong narsis abis. Jadi…..

4 kali “being captured” pun tak maslah,

=))

Sampai berasa jadi model deh, sueeeerr….

Lalu, Pukul 10.00 WIB Barulah acara resmi dimulai.

Perkenalan dari para Interviewer terlihat menjadi pembuka acara, lalu sekapur sirih mengenai ‘Motor’ penggerak Universitas Paramadina juga ada, antara lain Rektor Universitas Paramadina, Anies R.Baswedan, Ph.D, serta perkenalan akan para Dosen yang memang berusia rata-rata 40 tahunan.

Weeew..

Cakep-cakep pula..

=))

Jadi Ngileeer….

(more…)

Bacalah dengan SANGAT baik dan benar #3

June 3rd, 2008 | 17 Comments »

Ini Kamper atau…..

Hal ajaib lain datang dari tante saia sendiri. Entah kenapa keluarga saia sedang mengalami berbagai kejadian memalukan seperti ini.
Sewaktu tante saia sedang mencari barang-barang yang bisa menunjang kehidupan berumah tangganya, tepatnya beliau akan melangsungkan ijab-kabul beberapa hari kedepan. Otomatis, sesi belanja pun tidak dapat dihindari, agar sang suami betah dirumah (*cieeeh..sotoy*).
Niat hati ingin membeli kamper sebagai pengharum lemari, apalah daya jika angan-angan terlalu tinggi.
Tante mencoba mencari sesuatu yang unik. Baik dari segi benuk juga aroma.
Akhirnya, terpilihlah sebuah pengharum katanya yang bentuknya unik, lucu dan baunya lumayan ‘kamper’. Sesuai dengan harapan awal, tante pun membelinya.
Setelah sampai dirumah, barulah beliau membaca ‘Petunjuk Penggunaan’ barang yang disebut-sebut sebagai kamper.

(more…)

Bacalah dengan SANGAT baik dan benar #2

May 31st, 2008 | 15 Comments »

 

Blangko RW yang aneh…

Sumber insiden ini berasal dari ibu kandung saia sendiri. Beliau menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu, ada sebuah kejadian bodoh yang dilakukan oleh suaminya (*Bapak saia maksudnya*).

Begini,

Saat itu Mak meminta Bapak supaya mengisi Blangko RW yang entah dibuat apa, yang pasti harus diisi kepala keluarga. Bapak sih menyanggupi, asalkan dibayar ‘itu-tuh’ kalo tidak, siap-siap saja tidak diberi ‘jatah bulanan’ (*Halaaah, ngomong apaan sih?*)

Nah, berhubung requestnya berlangsung pada pagi agak-agak buta, sekitar jam setengah 5 WDT (*Waktu Daerah Tengger*) Bapak yang memang rabun dekat itu enggan mengenakan senjata andalannya untuk membantu penglihatan, apalagi kalau bukan kacamata Plus. Dengan pede tingkat tinggi, setelah mengisi field-form sana-sini, beliau pun mengambil Stam Pad yang biasa digunakan untuk menyetempel Undangan pengajian yah maklum, takmir musala sih kemudian mendaratkan jempol yang sudah berlumur tinta pada pojok kanan bawah blangko RW tersebut.

(more…)