.: ReKaMaN PerJalaNan :.

HidUp ItU sULiT, JaDi NGgaK ada ALasaN UntUk MeMpErSULiT HiDuP

Another Way to Call

June 7th, 2008 | 34 Comments »

Aku melangkahkan kaki mungilku dengan berat menuju kerumahnya!
Yah, orang yang paling bertanggung jawab atas diriku yang seperti ini
Aku yang semula rapi jadi awut-awutan begini..
Aku yang semula ceria jadi muram begini.
Aku yang dulunya lincah kini seperti tak semangat lagi..
Jadi aku memintanya bertanggung jawab!
Tok! Tok! Tok! Tok!
Aku menggedor keras pintunya, mengira Ia masih tidur di ruang tamu seperti biasanya. Maklum, Ibu-Bapaknya bekerja, sedangkan adiknya sekolah. Jadi pasti tidak ada yang membukakan pintu selain dirinya. Biasanya sih dia juga ke kampus, tapi, aku ingat betul hari ini ia tak ada kegiatan.
“Hei, jangan terlalu keras, nanti rusak..” Ia mengingatkan, seperti biasanya. Aku jadi ingat ia selalu mengomel jika aku berlaku kasar dan tak jarang menunjukkan akibat-akibat yang kadang tidak masuk akal supaya aku tak mengulangi perbuatanku lagi.
“Hiiiiiiiks……….” Aku merengek seperti bayi. Lalu menangis.
“Kenapaaaaaaaaa?” tanyaku dengan terisak, ia mendelik kaget melihatku menangis seperti itu. Lalu menyeretku masuk daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Pak RT mendatangi kami dan menikahkan secara siri misalnya.
“Duduklah, aku buatkan teh,” ujarnya lalu beranjak ke dapur, aku menurut saja dan memeluk boneka buaya yang tergeletak di sampingku. Untung saja buaya palsu, kalau asli sih ogah!
Pandanganku menyebar ke seluruh penjuru ruangan, aku pasti merindukan suasananya yang adem ini.
“Kita putus kan?”aku bertanya dengan ketusnya, ia mengulum senyum.

(more…)

Agus Bocah Ndeso

“Blablabla Aseli Madiun”

March 20th, 2008 | 2 Comments »

     Agus Inggar Laksana, cowok sok cool plus sok gaul asal kediri itu kini tinggal bersama bapak dan bunda angkat yang tak lain adalah om dan tantenya sendiri. Pasangan Suami-istri tersebut mengangkat Agus menjadi anak karena mereka kurang beruntung , buah hati satu-satunya meninggal di usia muda. Dan Pasutri tersebut divonis tidak bisa memiliki momongan lagi oleh dokter, jangan tanya kenapa?!
     Mungkin, keberuntungan sedang berpihak pada Agus. Masa depannya jadi lebih terjamin karena tak lagi tinggal dengan kakek-neneknya di dusun. Sudah 5 tahun Agus diasuh mereka karena orangtua kandungnya telah meninggal dunia ketika Umroh.
     “Mas Agus…BANGUN!!” Mbok Mirah menggedor-gedor pintu kamar Agus. Namun, bocah ndeso itu tak kunjung terjaga dari tidurnya.
     5 menit….
     10 menit…
     15 menit…
     Mbok Mirah pun geram dan menggebrak pintu Agus itu dengan stick bisbol kesayangannya, gini-gini, Mbok Mirah mantan atlet Bisbol terkenal se-kampungnya loh!!
     “BRUAAAAK!!”
     “MAK’eeeee……..” Agus berjingkat dari kasurnya, KAGET SETENGAH MATI!!
     “BANGUN!!” Mbok Mirah makin brutal, Agus pun terpaksa ‘melek’ dan membuka pintu kamarnya.
     “Iya..iya..Mbok..” Sahutnya ogah-ogahan.
    “Udah hampir setengah enem mas…’ra sembahyang ta??” seloroh Mbok Mirah sambil melotot, ex-atlit yang amat disiplin ini emang beda banget dibanding orang awam. Ga salah, preman jalananpun kapok beroperasi di area komplek tempat tinggal nya karena pernah babak belur dihajar wanita paruh baya itu, lagi-lagi dengan stik bisbol andalannya.
     “Cepetan!!ndang adhus!!” instruksi Mbok Mirah kemudian, melihat Agus masih bersandar di tiang jemuran, ga segera mandi. Anak SMA itupun bergegas ke kamar mandi daripada menunda-nunda lagi dapat yang berakibat fatal..
    GA DIKASIH SARAPAN AMA Si Mbok!!
     Ga kebayang kan!!
     Tentu saja, Mbok Mirah ini semacam komandan yang ngatur everything in da house. Jadi ga ada yang berani macam-macam sama Mbok Mirah…
     Keren kan!
     “ YA ALLAH…ono uwong kok judhes abiz!!” Agus ngedumel dengan logat ‘gado-gadonya’ seperti biasa.

***

    “Silakan dinikmati..” Seloroh Mbok Mirah dengan membawa sepiring besar Ayam Panggang plus aneka hidangan yang telah tertata di meja makan.
    “Nyemmm” Agus tak kuasa menahan nafsu “binatang kelaparannya” untuk segera menyantap semua makanan yang terhidang itu. Nalurinya untuk mengendus makanan pun tak terelakkan, alhasil, spatula yang semula tergantung manis di tangan Mbok Mirah pun kini nyasar ke kepalanya.
    “PLETAK”
     “ADUOOH!!” Agus meringis menahan sakit.
     “Diendus-endus..koyo kucing wae!!”
     Bocah udik itupun manyun…
     Tapi ceria kembali mengingat banyaknya makanan yang menunggunya untuk segera disantap.

***

     “ Gus!!Ente kudu liat ini-nih!!Bokep asli madiun!!” Sambut Akbar, si troublemaker ketika melihat Agus baru memasuki ruang kelas. Ia mengacung-acungkan CD-case biru muda bertuliskan XXX warna merah tua.

(more…)